The pursuit of happiness... Figuring out LIFE and embracing it as it comes.

Saturday, March 27, 2010

Bicara Pungguk Dan Bulan


Pungguk:

Bagaikan pungguk rindukan bulan, bulan yang kejauhan,
bagaimana harus ku luahkan, rindu yang terpahat di hatiku..
Umpama diriku, merinduimu dikejauhan,
ku hanya bisa berharap bisikan bayu malam membawa rinduku kepadamu..

Bulan:

Mana kan sanggup daku mendengar rintihan gelora jiwa di kejauhan,
walau jarak memisahkan kita..
Namun ku terus memancar cahaya,
hanya untuk menyinari gelita kerinduanmu..

Pungguk:

Tetapi apakan daya, hanya rindu dan rintihan menemaniku setiap malam.
Tatkala sinaranmu menerangi kegelapan, gelap gelita hidupku tanpamu.
Oh bulan, terangilah malamku..
Agar ku dapat menatap wajahmu, memerhatikanmu dari kejauhan,
sebelum mentari datang, mengembalikan kesunyian di jiwa si pungguk..

Bulan:

Wahai pungguk gemala jiwa,
Dapat ku rasakan betapa sucinya hatimu,
betapa luhurnya perasaanmu, betapa dalamnya rindumu,
dan betapa seksanya deritamu..
Selagi akan ada malam, selama itu aku menyinarimu,
tanpa henti, tanpa penat, tanpa jemu..
Biarpun masa berlalu, musim berganti, zaman berubah,
takkan ku biar sunyi menghinggapi jiwamu hingga ke akhirnya...


2 comments:

Breathing.In.Luxembourg said...

http://www.awhiffoflemongrass.com/?p=651

Su lin, check out ze breakfast place @ Dang Wangi. ze one we talked about last night!

JS said...

interesting!